Panel Angka eicH

Gading Serpong · Citra Garden 6 · SevenSix  |  Januari–Juli 2026
Ditarik 19 Agustus 2026
Sumber: ekspor kasir & Google Ads
4.773 + 2.393 struk · 28.705 baris item
Ringkasan — dua cabang milik sendiri
Omzet 7 bulan
Rp 2,99 M
Rp 427,2 jt per bulan · dari laporan laba rugi
Tiket rata-rata
Rp 322.582
per pelanggan, bukan per struk
Pelanggan dilayani
8.673
±41 orang per hari
Pelanggan kembali
36,4%
rata-rata 2,38 kunjungan
Marjin kotor
87%
harga pokok hanya 14%
Laba bersih — dua cabang
Rp 794,5 jt
26,6% · GS 28% · Citra 24%
Biaya gaji & komisi
34%
pos biaya terbesar — 24× iklan
Belanja iklan
1,4%
dari omzet

Angka marjin dan laba dari lp profitloss.xls (laporan laba rugi resmi Gading Serpong). Omzet GS versi pembukuan Rp 2,09 M — lebih tinggi dari ekspor kasir karena memuat lini Top Up Rp 147,7 juta yang tidak ada di laporan transaksi.

Temuan utama

Yang mengubah prioritas

Diurutkan dari yang paling menjelaskan keadaan, bukan dari urgensi yang terasa.

Turun 61% dari puncak

Pelanggan baru runtuh antara 2023 dan 2024 — dan itu menjelaskan omzet yang datar

5.227 pelanggan baru (2023) → 2.327 (2024) → 2.053 (2025) → ±2.007 (2026 disetahunkan). Dari ±435/bulan menjadi ±170/bulan.

Omzet tetap rata karena nilai per pelanggan naik, bukan karena pelanggannya bertambah. Marjin ikut naik dari alasan yang sama. Strategi itu bekerja — sampai batasnya.

Nyaris tak beririsan

Jangkauan digital dan pasar nyata menunjuk kota yang berbeda

Pelanggan datang dari Gading Serpong, BSD, Tangerang, Alam Sutera, Karawaci. Penonton YouTube dari Surabaya, Jakarta, Jember, Medan, Bandung.

Tidak ada satu pun kota teratas YouTube yang muncul di daftar area pelanggan. Tangerang hanya 0,7% tayangan.

28% dari laba bersih

Diskon Rp 269,8 juta — dan tidak muncul di pembukuan sama sekali

Laporan laba rugi hanya mencatat diskon Rp 10,3 juta. Sisanya sudah dipotong sebelum pendapatan diakui, jadi tak pernah tampil sebagai biaya di mana pun.

Bandingkan dengan laba bersih Gading Serpong Jan–Jul: Rp 578,4 juta. Karena marjin kotor 87%, hampir setiap rupiah yang tidak didiskon jatuh langsung ke laba.

Sudah terbukti

Pemotongan diskon di Gading Serpong berhasil

Mei diskon 14,7% → Juni–Juli 4,2%. Tiket rata-rata naik dari Rp 300.286 ke Rp 348.206 (+16%), omzet naik, penjualan produk naik 4×. Pelanggan tidak kabur.

Ini bukan teori — percobaannya sudah berjalan dua bulan di lantai sendiri.

Maret rugi Rp 30 jt

Titik impas Gading Serpong: Rp 255–265 juta sebulan

Maret omzet turun ke Rp 225,6 juta dan cabang merugi Rp 30 juta — gaji Rp ±100 juta, sewa, dan listrik tetap jalan.

Bandingkan Februari: omzet Rp 447 juta → laba Rp 207 juta (46%). Setiap rupiah di atas titik impas hampir seluruhnya jadi laba — dan itulah bagian yang dipotong diskon.

Rp 37,5 jt tak terlacak

Belanja iklan di pembukuan hampir 3× tagihan platform digital

Pembukuan mencatat Rp 59,5 juta iklan & promosi Jan–Jul (GS Rp 30 jt + Citra Rp 29,5 jt). Google Ads menagih Rp 21,96 juta.

Sudah ditelusuri sampai tuntas: Meta Ads hanya Rp 1.665.000, sekali, September 2025 (akun “eicH salon Citra 6”) dan sejak itu mati. TikTok Ads nol. Jadi selisih Rp 37,5 juta bukan iklan digital — pasti promosi non-digital atau alokasi internal.

Arah berlawanan

Citra menurun sementara Gading Serpong naik

Tiket Citra: Maret Rp 335rb → Juli Rp 274rb. Diskon dipotong sama seperti GS, tapi tiket tidak ikut naik.

Citra juga tidak punya kampanye iklan sama sekali — keduanya menyasar Gading Serpong.

Perbandingan

Ke mana uangnya pergi

Semua angka di bawah adalah rata-rata per bulan, Januari–Juli 2026.

Diskon dilepas
Rp 38.537.435
Belanja iklan
Rp 3.136.853

Dengan marjin kotor 87% (bukan 60% seperti yang diasumsikan sebelumnya), iklan hanya perlu mendatangkan 11 pelanggan sebulan untuk impas. Kenyataannya 1.239 pelanggan dilayani tiap bulan. Perdebatan alokasi iklan menyita perhatian yang lebih dibutuhkan di diskon dan gaji.

Tren bulanan

Omzet gabungan per bulan

Gading Serpong Citra Garden 6
700jt 525jt 350jt 175jt 0 JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL 397jt 610jt 308jt 314jt 408jt 365jt 396jt

Februari adalah puncak — Rp 610 juta, dua kali lipat Maret. Sebabnya belum dijelaskan; kalau berulang tahunan, kalendernya harus disiapkan dari sekarang untuk Februari 2027.

Laba rugi bulanan

Laba naik-turun jauh lebih tajam daripada omzet

Dari laporan laba rugi resmi kedua cabang. Omzet bergerak dalam rentang 2×; laba bergerak dari minus sampai 46%.

Bulan 2026Omzet GSLaba GS%Omzet CitraLaba Citra%
Januari297.125.30098.417.16533%323.086.162
Jan+Feb
99.137.16031%
Februari446.935.833207.030.14946%
Maret225.609.550−30.009.006−13%108.855.2757.960.7017%
April236.702.80052.230.29722%104.571.47512.451.99812%
Mei307.798.40095.079.86531%143.340.65052.775.51937%
Juni279.784.90057.150.22520%109.307.42017.499.03616%
Juli296.609.70098.489.63433%110.533.10026.251.93924%
TOTAL2.090.566.483578.388.32928%899.694.082216.076.35324%

Angka Maret Gading Serpong diturunkan dari kolom kumulatif dua berkas berbeda (laporan Mei dan Juni) — keduanya menghasilkan angka identik. Biaya gaji: GS 34% omzet, Citra 40%.

Per cabang

Gading Serpong, Citra, dan unit waralaba

CabangOmzet / bulanPelanggan / bulanTiket rata-rataDiskonPorsi coloring
Gading SerpongRp 277.548.783826Rp 336.0748,2%28,0%
Citra Garden 6Rp 122.129.869413Rp 295.6127,7%
Milik sendiriRp 399.678.6521.239Rp 322.5828,0%28,0%
SevenSix (waralaba)Rp 50.947.838285Rp 178.607±11%

SevenSix: Januari–April 2026 saja, dan rugi pada 3 dari 4 bulan (total −Rp 17,5 juta). Tiket 45% di bawah eicH, coloring hanya 4–8 transaksi per bulan. Ini bukan cabang yang sama dengan merek berbeda — ini bisnis yang berbeda.

Bauran layanan — Gading Serpong, setahun 2025

Coloring menghasilkan 4,7× lipat dari 7% transaksi

Potong & styling
35,9%
Coloring
28,0%
Treatment
16,3%
Smoothing / keratin
10,6%
Nail & foot
6,7%
Produk retail
1,1%

Harga rata-rata coloring Rp 1.114.874 — 3,5× tiket rata-rata keseluruhan, dari hanya 772 transaksi setahun. Bandingkan: 10.279 transaksi blow menghasilkan Rp 182 juta. Menaikkan porsi coloring bernilai jauh lebih besar daripada menambah volume.

Enam tahun akuisisi

Pelanggan baru per tahun

6.000 4.500 3.000 1.500 0 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026* 705 3.051 3.963 5.227 2.327 2.053 ±2.007

2020 hanya November–Desember (bulan pembukaan). *2026 disetahunkan dari 1.171 pendaftaran Januari–Juli. Penurunannya terjadi tajam dalam satu tahun — 2023 ke 2024, −55% — lalu mendatar di tingkat baru. Apa yang berubah di tahun itu tidak tercatat di berkas mana pun.

Harga sebenarnya — diturunkan dari 28.705 transaksi 2025

Tangga harga potong sudah berjenjang per stylist

Gunting poni
Rp 58.000
Gunting pria
Rp 150.000
Stylist (tanpa nama)
Rp 195.000
Iwan · Ilham
Rp 228.000
Kiki
Rp 250.000
Zura
Rp 258.000
HN
Rp 350.000

Selisih 79% dari stylist tanpa nama ke HN — struktur “high end” sudah berjalan, bukan sesuatu yang harus dibangun. 260 orang setahun membayar Rp 350.000 untuk potong rambut di salon yang sama tempat 624 orang membayar Rp 195.000.

Layanan kelas atas: coloring median Rp 1.300.000 (tertinggi Rp 3.700.000) · smoothing Rp 2.000.000 · keratin Rp 1.700.000 · blow permanent sampai Rp 2.800.000. Tiket rata-rata Rp 336.074 duduk tepat di antara premium potong dan kelas atas.

⚠️ Pricelist terbitan eicH sendiri tetap tak terbaca mesin: tombol “PriceList” di situs hanya menautkan ke highlight Instagram, dan katalog WhatsApp butuh aplikasi.

Perbandingan tahunan

Omzet 2026 datar dibanding 2025

Gading Serpong2025 setahun2026 Jan–Jul2026 disetahunkan
Total penjualan3.582.433.7442.090.566.4833.583.828.257
Laba bersih949.072.479578.388.329991.522.850
Marjin bersih26%28%28%
Biaya gaji34%34%34%
Iklan & promosi21.000.00030.000.00051.428.571

Selisih omzet 2025 vs 2026 disetahunkan: 0,04% — praktis identik. Gading Serpong tidak tumbuh. Yang membaik adalah marjinnya (26% → 28%), bukan ukurannya. Sementara belanja iklan naik 2,4× disetahunkan tanpa pertumbuhan omzet.

Validasi silang: penjualan jasa 2025 di pembukuan Rp 3.092.179.175 — sama persis sampai rupiah terakhir dengan total yang dihitung sendiri dari 28.705 baris transaksi. Seluruh rantai datanya konsisten.

Neraca

Citra masih menutup Rp 1,04 miliar kerugian pembukaan

Per 31 Juli 2026Gading SerpongCitra Garden 6
Modal disetor900.000.0001.249.280.000
Laba ditahan1.960.956.063−1.038.188.321
Laba tahun berjalan572.521.209216.076.353
Total aktiva3.456.040.867484.636.171
KAS BESAR3.108.246.233 (90%)185.588.000 (38%)
Posisi kas & bank bersih−9.630.647+155.564.615
Hutang lancar22.563.59557.468.139

Citra bukan cabang berkinerja buruk — Citra adalah investasi yang sedang balik modal. Rp 1,25 miliar ditanam, Rp 1,04 miliar terserap biaya pembukaan. Sejak akhir 2025 sudah untung tiap bulan; dengan laju sekarang (±Rp 370 jt/tahun) sisa defisitnya tertutup dalam ±2,8 tahun. Tiket lebih rendah dan gaji 40% adalah profil cabang muda, bukan kegagalan.

⚠️ Yang ganjil: cabang matang yang menghasilkan Rp 578 juta laba punya rekening operasional minus Rp 9,6 juta (BCA overdraft Rp 52,8 jt), sementara cabang yang masih rugi kumulatif punya Rp 155 juta di bank. Selisihnya ada di pos KAS BESAR — Rp 3,1 miliar, 90% dari seluruh aset Gading Serpong, dicatat sebagai aktiva tetap dan tumbuh Rp 735 juta dalam 7 bulan.

Struktur biaya — Gading Serpong, Jan–Jul 2026

Ke mana Rp 2,09 miliar itu pergi

Gaji & komisi
34,4%
Harga pokok
13,5%
Sewa + perbaikan
5,6%
Listrik, air, AC
3,3%
THR
3,0%
Iklan & promosi
1,4%
Laba bersih
27,7%

Gaji dan komisi Rp 718,8 juta — 24× belanja iklan. Setiap pembahasan efisiensi yang tidak menyentuh pos ini sedang menggarap 1% dari biaya.
⚠️ Pembukuan mencatat iklan Rp 30 juta; Google Ads menagih Rp 21,96 juta. Selisih ±Rp 8 juta perlu ditanyakan ke akunting — mungkin ada belanja promosi lain yang belum terlacak.

YouTube

90,2% penonton datang dari kotak pencarian

YouTube Search
90,2%
Shorts feed
6,2%
Browse features
1,7%
Lainnya
1,9%

103.251 tayangan dalam 28 hari, dan watch time dari subscriber hanya 0,3%. YouTube untuk eicH bukan kanal sosial — ini mesin pencari kedua. Menambah subscriber bukan tujuannya; menjawab pertanyaan yang diketik orang adalah tujuannya.

Tapi 95,7% penontonnya di luar kota eicH

Surabaya
4.282 · 4,2%
Jakarta
3.749 · 3,6%
Jember
1.974 · 1,9%
Medan
1.710 · 1,7%
Bandung
1.593 · 1,5%
Tangerang
708 · 0,7%

Tangerang — kota cabang Gading Serpong — hanya 0,7% tayangan. Kota terbesar adalah Surabaya, 700 km jauhnya. Jakarta + Tangerang digabung hanya ±4,3% dari seluruh jangkauan.

Kanal ini punya jangkauan nyata, tapi hampir tak ada yang bisa berjalan masuk ke kursi salon. Yang dibangun selama ini bukan saluran pelanggan — melainkan audiens hiburan nasional. Itu juga menjelaskan 44,4% penonton laki-laki, dan kenapa 103 ribu tayangan hanya menghasilkan 106 subscriber.

#Dari mana pelanggan datangJumlahDari mana penonton datang%
1Gading Serpong±3.694Surabaya4,2%
2BSD1.320Jakarta3,6%
3Tangerang1.224Jember1,9%
4Alam Sutera760Medan1,7%
5Karawaci737Bandung1,5%
6Serpong291Tangerang0,7%

Area pelanggan dari 17.637 pendaftaran 2020–2026. Tidak ada satu pun kota teratas YouTube yang muncul di daftar area pelanggan.

Rekomendasi

Enam langkah berikutnya, berurutan

Aturan “satu perubahan per bulan” tetap berlaku — nomor 1 dan 2 dikerjakan lebih dulu, sisanya menyusul.

  1. Jadikan diskon 4% sebagai kebijakan, bukan kebetulan

    Konfirmasi ke tim apakah pemotongan Juni disengaja. Kalau ya, tetapkan tertulis dan catat di TRACKING.md sebagai perubahan bulan ini. Kalau kebetulan, tetapkan sekarang sebelum kembali ke 14,7%. Nilai yang dipertaruhkan: Rp 38,5 juta per bulan.

    Dampak tertinggiOwnerMinggu ini
  2. Tanyakan ke akunting: Rp 37,5 juta iklan itu ke mana

    Akun 6001.01.0011 Biaya Iklan dan Promosi mencatat Rp 59,5 juta Jan–Jul; Google Ads menagih Rp 21,96 juta. Sebelum membahas alokasi iklan sama sekali, harus jelas dulu 2/3 anggarannya dibelanjakan ke mana — terutama Citra, yang membelanjakan Rp 29,5 juta tanpa satu pun kampanye Google Ads.

    Diagnosis duluAkuntingMinggu ini
  3. Bereskan perjanjian waralaba sebelum unit berikutnya tanda tangan

    Dokumen diubah 18 Agustus dan ada folder NexT Franchise. SevenSix bertiket Rp 178rb dan rugi 3 dari 4 bulan — menyatukan merek tanpa menyatukan standar coloring hanya memindahkan nama eicH ke gerai yang berbeda kelas. Data Citra memberi tolok ukurnya: satu cabang baru menyerap ±Rp 1 miliar sebelum balik modal, dan butuh ±3 tahun untuk pulih.

    MendesakOwnerSebelum tanda tangan
  4. Alihkan judul YouTube dari hiburan ke kebutuhan lokal

    90,2% tayangan datang dari pencarian — mesinnya bekerja. Yang salah adalah apa yang dicari: judul bergaya hiburan menarik penonton Surabaya dan Jember; judul bergaya kebutuhan lokal (“salon coloring Gading Serpong”, “harga smoothing Tangerang”) akan menarik jauh lebih sedikit tayangan — tapi dari orang yang bisa datang. Ukur keberhasilannya lewat naiknya porsi Tangerang & Jakarta, bukan lewat total tayangan.

    Dampak jangka panjangKonten
  5. Selesaikan Tahap 0 — tujuh perbaikan gratis

    Nama Instagram, kategori Facebook, alamat Bing, bio TikTok, angka ulasan dan judul situs. Semuanya masih belum dikerjakan per 19 Agustus. Total ±30 menit, tidak menunggu keputusan apa pun.

    ±30 menitGratis
  6. Tambahkan Citra Garden 6 ke bio TikTok dan YouTube

    TikTok 26,1 rb pengikut dan YouTube 11,2 rb — dua kanal terbesar eicH — keduanya hanya menyebut Gading Serpong. Video terbesar (678 rb tayangan) justru tentang salon yang steril dan teliti, sudut kelas atas yang belum digarap.

    5 menitGratis