Angka marjin dan laba dari lp profitloss.xls (laporan laba rugi resmi Gading Serpong). Omzet GS versi pembukuan Rp 2,09 M — lebih tinggi dari ekspor kasir karena memuat lini Top Up Rp 147,7 juta yang tidak ada di laporan transaksi.
Diurutkan dari yang paling menjelaskan keadaan, bukan dari urgensi yang terasa.
Jasa naik tiga kali lipat 2021–2023 lalu datar tiga tahun dalam rentang 2%. Tapi produk: Rp 705,7 jt (2023) → 403,8 (2024) → 280,8 (2025) → ±217,9 (2026) — turun tiap tahun tanpa satu pun tahun pemulihan.
Rp 487,8 juta omzet setahun hilang dari satu lini saja — hampir persis sebesar seluruh selisih antara omzet 2023 dan 2026. Ritel pernah 18% omzet eicH; sekarang 6,1%.
Sepuluh kata kunci terbesar di dua cabang — 17.958 penayangan — dan tak satu pun berisi nama “eicH”. Yang diketik: salon terdekat (8.469), salon (5.079), salon gading serpong (1.715).
eicH adalah bisnis penemuan, bukan bisnis merek. Yang menjual adalah posisi di peta, jarak, dan 2.357 ulasan bintang lima — bukan namanya. Itulah sebabnya 2.623 unggahan Instagram tidak berubah jadi omzet.
Gabungan dua cabang: 2.327 (2024) → 2.958 (2025) → ±3.595 (2026 disetahunkan). Citra Garden 6 buka Agustus 2025 dan menyumbang ±1.588 setahun.
Yang datar bukan pelanggannya — melainkan nilai per pelanggan, yang turun kira-kira sebesar kenaikan jumlahnya.
Koreksi 20 Agt 2026: versi sebelumnya menyebut pelanggan baru turun 61%. Itu salah — dua berkas sumber ternyata salinan identik, sehingga pelanggan 2021–2023 terhitung sampai tiga kali. Angka di atas dihitung ulang dari nomor pelanggan, satu orang satu kali.
Potong rambut: Rp 500–700 ribu per jam kursi. Creambath Rp 74 ribu. Footspa Rp 65 ribu. Untuk satu jam yang sama, di ruangan yang sama.
Dari 32 karyawan aktif: 16 terapis (layanan di bawah Rp 110 rb/jam) dan hanya 4 stylist (Rp 500 rb+/jam).
Pelanggan datang dari Gading Serpong, BSD, Tangerang, Alam Sutera, Karawaci dan Citra Garden, Taman Palem, Cengkareng. Penonton YouTube dari Surabaya, Jakarta, Jember, Medan, Bandung.
Tidak ada satu pun kota teratas YouTube yang muncul di daftar area pelanggan kedua cabang. Tangerang hanya 0,7% tayangan.
Laporan laba rugi hanya mencatat diskon Rp 10,3 juta. Sisanya sudah dipotong sebelum pendapatan diakui, jadi tak pernah tampil sebagai biaya di mana pun.
Bandingkan dengan laba bersih Gading Serpong Jan–Jul: Rp 578,4 juta. Karena marjin kotor 87%, hampir setiap rupiah yang tidak didiskon jatuh langsung ke laba.
Mei diskon 14,7% → Juni–Juli 4,2%. Tiket rata-rata naik dari Rp 300.286 ke Rp 348.206 (+16%), omzet naik, penjualan produk naik 4×. Pelanggan tidak kabur.
Ini bukan teori — percobaannya sudah berjalan dua bulan di lantai sendiri.
Maret omzet turun ke Rp 225,6 juta dan cabang merugi Rp 30 juta — gaji Rp ±100 juta, sewa, dan listrik tetap jalan.
Bandingkan Februari: omzet Rp 447 juta → laba Rp 207 juta (46%). Setiap rupiah di atas titik impas hampir seluruhnya jadi laba — dan itulah bagian yang dipotong diskon.
Pembukuan mencatat Rp 59,5 juta iklan & promosi Jan–Jul (GS Rp 30 jt + Citra Rp 29,5 jt). Google Ads menagih Rp 21,96 juta.
Sudah ditelusuri sampai tuntas: Meta Ads hanya Rp 1.665.000, sekali, September 2025 (akun “eicH salon Citra 6”) dan sejak itu mati. TikTok Ads nol. Jadi selisih Rp 37,5 juta bukan iklan digital — pasti promosi non-digital atau alokasi internal.
Tiket Citra: Maret Rp 335rb → Juli Rp 274rb. Diskon dipotong sama seperti GS, tapi tiket tidak ikut naik.
Citra juga tidak punya kampanye iklan sama sekali — keduanya menyasar Gading Serpong.
Semua angka di bawah adalah rata-rata per bulan, Januari–Juli 2026.
Dengan marjin kotor 87% (bukan 60% seperti yang diasumsikan sebelumnya), iklan hanya perlu mendatangkan 11 pelanggan sebulan untuk impas. Kenyataannya 1.239 pelanggan dilayani tiap bulan. Perdebatan alokasi iklan menyita perhatian yang lebih dibutuhkan di diskon dan gaji.
Februari adalah puncak — Rp 610 juta, dua kali lipat Maret. Sebabnya belum dijelaskan; kalau berulang tahunan, kalendernya harus disiapkan dari sekarang untuk Februari 2027.
Dari laporan laba rugi resmi kedua cabang. Omzet bergerak dalam rentang 2×; laba bergerak dari minus sampai 46%.
| Bulan 2026 | Omzet GS | Laba GS | % | Omzet Citra | Laba Citra | % |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Januari | 297.125.300 | 98.417.165 | 33% | 323.086.162 Jan+Feb | 99.137.160 | 31% |
| Februari | 446.935.833 | 207.030.149 | 46% | |||
| Maret | 225.609.550 | −30.009.006 | −13% | 108.855.275 | 7.960.701 | 7% |
| April | 236.702.800 | 52.230.297 | 22% | 104.571.475 | 12.451.998 | 12% |
| Mei | 307.798.400 | 95.079.865 | 31% | 143.340.650 | 52.775.519 | 37% |
| Juni | 279.784.900 | 57.150.225 | 20% | 109.307.420 | 17.499.036 | 16% |
| Juli | 296.609.700 | 98.489.634 | 33% | 110.533.100 | 26.251.939 | 24% |
| TOTAL | 2.090.566.483 | 578.388.329 | 28% | 899.694.082 | 216.076.353 | 24% |
Angka Maret Gading Serpong diturunkan dari kolom kumulatif dua berkas berbeda (laporan Mei dan Juni) — keduanya menghasilkan angka identik. Biaya gaji: GS 34% omzet, Citra 40%.
| Cabang | Omzet / bulan | Pelanggan / bulan | Tiket rata-rata | Diskon | Porsi coloring |
|---|---|---|---|---|---|
| Gading Serpong | Rp 277.548.783 | 826 | Rp 336.074 | 8,2% | 28,0% |
| Citra Garden 6 | Rp 122.129.869 | 413 | Rp 295.612 | 7,7% | — |
| Milik sendiri | Rp 399.678.652 | 1.239 | Rp 322.582 | 8,0% | 28,0% |
| SevenSix (waralaba) | Rp 50.947.838 | 285 | Rp 178.607 | — | ±11% |
SevenSix: Januari–April 2026 saja, dan rugi pada 3 dari 4 bulan (total −Rp 17,5 juta). Tiket 45% di bawah eicH, coloring hanya 4–8 transaksi per bulan. Ini bukan cabang yang sama dengan merek berbeda — ini bisnis yang berbeda.
Harga rata-rata coloring Rp 1.114.874 — 3,5× tiket rata-rata keseluruhan, dari hanya 772 transaksi setahun. Bandingkan: 10.279 transaksi blow menghasilkan Rp 182 juta. Menaikkan porsi coloring bernilai jauh lebih besar daripada menambah volume.
Rp 487,8 juta omzet setahun hilang dari satu lini saja — hampir persis sebesar seluruh selisih antara omzet 2023 dan 2026.
*2026 disetahunkan dari Rp 127.082.683 (Jan–Juli). Terverifikasi silang: jumlah bulanan tahunan.xlsx cocok dengan baris PENJUALAN PRODUCT di laporan laba rugi resmi, untuk 2025 maupun 2026. Lie Kuang & Co menjadikan lini ritel sebagai pilar tersendiri. eicH pernah punya pilar itu — Rp 705 juta setahun, 18% omzet — lalu melepasnya sedikit demi sedikit selama tiga tahun.
| Tahun | Jasa | Produk | Top Up | Total | Transaksi | Pelanggan baru |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2021 | 1.094.727.400 | 588.534.100 | — | 1.683.261.500 | 3.964 | 1.031 |
| 2022 | 1.875.721.400 | 600.521.810 | — | 2.476.243.210 | 6.412 | 1.337 |
| 2023 | 3.164.992.350 | 705.653.725 | — | 3.870.646.075 | 9.951 | 2.183 |
| 2024 | — | 403.797.125 | — | — | 11.157 | 2.330 |
| 2025 | 3.092.179.175 | 280.750.069 | 210.727.000 | 3.582.433.744 | 10.085 | 2.051 |
| 2026* | ±3.130.365.086 | ±217.856.028 | ±253.242.857 | ±3.584.399.114 | ±9.911 | ±2.007 |
*disetahunkan dari Januari–Juli 2026. Jasa: Rp 3,16 M (2023) → 3,09 M (2025) → ±3,13 M (2026) — tiga tahun mendatar dalam rentang 2%. Omzet total 2026 masih di bawah 2023, meski pelanggan barunya lebih banyak dan meski ada tambahan lini Top Up Rp 253 juta yang pada 2023 belum ada. Transaksi memuncak 2024 (11.157) lalu turun 11%: pelanggan baru bertahan, kunjungannya yang berkurang.
2020 hanya November–Desember (bulan pembukaan). *2026 disetahunkan dari 2.097 pendaftaran Januari–Juli di dua cabang. Citra Garden 6 buka Agustus 2025. Kedua cabang melayani pasar yang hampir tak beririsan — hanya 13 pelanggan Citra datang dari area Gading Serpong, dan 26 sebaliknya.
Koreksi 20 Agustus 2026: versi sebelumnya menampilkan 5.227 pelanggan baru di 2023 dan penurunan 61%. Berkas cust2021.csv dan cust2022.csv ternyata dua salinan identik dari satu cuplikan kumulatif, sehingga pelanggan 2021–2023 terhitung berulang. Angka di atas dihitung ulang dari nomor pelanggan — empat digit pertamanya adalah tahun-bulan pendaftaran — jadi setiap orang terhitung tepat sekali.
85.903 orang melihat profil eicH dalam enam bulan. Seluruh pengikut TikTok, Instagram, Facebook dan YouTube digabung — hasil kumulatif bertahun-tahun — tidak sampai setengahnya.
Angka besar di kepala tiap grafik Google menampilkan nilai 100 lebih rendah dari jumlah baris bulanannya — cacat tampilan yang konsisten di 12 grafik yang ditarik. Semua angka di sini adalah jumlah baris bulanan, yang saling cocok satu sama lain.
Dari 30.029 penayangan pencarian di dua cabang. eicH adalah bisnis penemuan, bukan bisnis merek — yang menjual adalah posisi di peta, jarak, dan 2.357 ulasan bintang lima. Ini juga menjelaskan kenapa 2.623 unggahan Instagram tidak berubah menjadi omzet: unggahan membangun pengenalan merek, sementara pelanggan eicH datang dari pencarian yang tidak pernah menyebut merek.
8.241 permintaan rute berbanding ±285 pelanggan baru per bulan — sekitar satu dari lima yang minta rute tercatat sebagai pelanggan baru; sisanya pelanggan lama atau tidak jadi datang. Booking nol bukan kegagalan konversi — tombolnya tidak terhubung ke apa pun. Dua berkas sistem reservasi di Drive tertanggal Februari 2026 keduanya template kosong, tanpa satu baris data.
Durasi dari lembar reservasi eicH, harga dari daftar harga resmi. Susunan tenaga kerjanya persis terbalik dari susunan pendapatannya: dari 32 karyawan aktif, 16 terapis mengerjakan layanan di bawah Rp 110 ribu/jam dan hanya 4 stylist mengerjakan layanan di atas Rp 500 ribu/jam.
KPI Konten Kreator punya bobot 100 poin: post 4×/minggu (15), story harian (10), target follower IG/TikTok/YouTube (10 masing-masing), like 10–20 IG (5), dan seterusnya. Tidak satu pun mengukur pelanggan — tidak ada booking, tidak ada pelanggan baru, dan Google Business Profile yang membawa 85.903 tampilan profil tidak muncul sama sekali. Sistemnya bekerja persis seperti dirancang: menghasilkan 2.623 unggahan untuk 9.283 pengikut, karena unggahan yang dihitung.
Bagan organisasi mencantumkan Hendry Wie dan Hartini berdampingan sebagai Founder/CEO. Itu sebabnya nama Hartini ada di harga potong tertinggi (Rp 350.000) tapi tidak ada di daftar 32 karyawan aktif.
Pertanyaan “Hendry atau Hartini yang tampil” — yang selama ini menahan seluruh rencana personal branding — ternyata bukan soal siapa yang berhak. Keduanya sah mewakili merek. Yang perlu diputuskan hanya peran apa yang masing-masing bawakan.
Operasional Manager: Zura (training seluruh divisi). Candidate Branch Manager: Jewi (makeup & training assistant), Rodiah (kasir & KE), Nurma & Nelly (training staf baru). Future Develop Manager: Fajar & Ros (branch controlling), Vina (make-up), Jannah (training controlling), May (colour), Dedi (blow), Iwan (capster).
Infrastruktur untuk menumbuhkan banyak outlet sudah ada di atas kertas. Yang belum ada hanyalah outlet yang membawa nama eicH.
Franchisee Suryanti, Bun. Royalti 5% dari omzet tiap akhir bulan, ditambah lisensi fee di muka. Ruko Beach Theme Park Blok E No. 21.
Perjanjiannya juga mematok harga tenaga kerja siap pakai di luar gaji: stylist Rp 15 juta, assistant Rp 12 juta, terapis Rp 10 juta — lini pendapatan dari melatih orang yang belum diperlakukan sebagai lini bisnis.
Perjanjiannya secara eksplisit membolehkan franchisee memakai merek sendiri. Inilah mekanisme di balik SevenSix dan Akemi: membeli SOP, sistem kasir, pelatihan, daftar harga dan pasokan produk eicH, lalu memasang nama sendiri di depan pintu.
eicH menerima 5% omzet. Yang tidak diterima: satu pun ulasan yang masuk ke 2.357 ulasannya, satu pun pencarian salon terdekat yang mengarah balik ke mereknya.
Paket Franchise Lisensi Compact Salon eicH 2026, Rp 500 juta: franchise fee 3 tahun Rp 200 jt + standarisasi karyawan Rp 150 jt + training owner Rp 150 jt (cutting, colour, perming, smoothing, keratine, kasir — pendampingan 3× seminggu selama 6–12 bulan).
Rp 300 juta dari Rp 500 juta adalah pelatihan dan penyediaan orang. Hanya Rp 200 juta dibayar untuk sistem dan merek. Kalau arahnya mau ke satu merek induk, yang harus berubah bukan besaran royaltinya — melainkan apa yang dijual di dalam Rp 200 juta itu.
Daftar harga ditentukan franchisor (7g). Promosi bulanan wajib diikuti (3c). Biaya iklan wajib tiap bulan (3b). Produk wajib dari franchisor (1e). Audit dan monitoring jadi hak franchisor (2e). Franchisor bahkan memegang kuasa tak tercabut atas rekening bank franchisee untuk penagihan (8d).
Total persediaan Rp 86,8 juta. Pembelian Juni saja: Milbon Rp 21,4 juta — 95% dari seluruh pembelian bulan itu. Milbon juga penanda premium di media sosial. Itu kekuatan sekaligus ketergantungan: posisi premium eicH bersandar pada satu pemasok Jepang, dan Rp 72 juta modal kerja terikat di sana.
| Layanan | Modal | Harga | Marjin kotor |
|---|---|---|---|
| Hairdo | 18.600 | 175.000 | 89,4% |
| Footspa | 18.500 | 90.000 | 79,4% |
| Mani / pedi biasa | 21.500 | 98.000 | 78,1% |
| Hairspa L’Oréal | 89.670 | 198.000 | 54,7% |
| Hairspa Shiseido | 90.600 | 198.000 | 54,2% |
| Ritual Kérastase | 288.565 | 525.000 | 45,0% |
| Mani / pedi Gehwol | 131.070 | 198.000 | 33,8% |
Dari lembar penetapan harga eicH sendiri — modal dihitung, bukan diperkirakan. Mani/pedi Gehwol adalah layanan bermarjin terburuk di seluruh daftar dan satu-satunya yang modalnya lebih dari separuh harga jual, untuk harga yang sama dengan hairspa bermodal Rp 90.600. Paket termurah justru paling menguntungkan: paket cuci-blow 2 bulan memberi profit 292%, ritual Kérastase 12 bulan hanya 59%.
Selisih 79% dari stylist tanpa nama ke HN — struktur “high end” sudah berjalan, bukan sesuatu yang harus dibangun. 260 orang setahun membayar Rp 350.000 untuk potong rambut di salon yang sama tempat 624 orang membayar Rp 195.000.
Layanan kelas atas: coloring median Rp 1.300.000 (tertinggi Rp 3.700.000) · smoothing Rp 2.000.000 · keratin Rp 1.700.000 · blow permanent sampai Rp 2.800.000. Tiket rata-rata Rp 336.074 duduk tepat di antara premium potong dan kelas atas.
⚠️ Pricelist terbitan eicH sendiri tetap tak terbaca mesin: tombol “PriceList” di situs hanya menautkan ke highlight Instagram, dan katalog WhatsApp butuh aplikasi.
| Gading Serpong | 2025 setahun | 2026 Jan–Jul | 2026 disetahunkan |
|---|---|---|---|
| Total penjualan | 3.582.433.744 | 2.090.566.483 | 3.583.828.257 |
| Laba bersih | 949.072.479 | 578.388.329 | 991.522.850 |
| Marjin bersih | 26% | 28% | 28% |
| Biaya gaji | 34% | 34% | 34% |
| Iklan & promosi | 21.000.000 | 30.000.000 | 51.428.571 |
Selisih omzet 2025 vs 2026 disetahunkan: 0,04% — praktis identik. Gading Serpong tidak tumbuh. Yang membaik adalah marjinnya (26% → 28%), bukan ukurannya. Sementara belanja iklan naik 2,4× disetahunkan tanpa pertumbuhan omzet.
✅ Validasi silang: penjualan jasa 2025 di pembukuan Rp 3.092.179.175 — sama persis sampai rupiah terakhir dengan total yang dihitung sendiri dari 28.705 baris transaksi. Seluruh rantai datanya konsisten.
| Per 31 Juli 2026 | Gading Serpong | Citra Garden 6 |
|---|---|---|
| Modal disetor | 900.000.000 | 1.249.280.000 |
| Laba ditahan | 1.960.956.063 | −1.038.188.321 |
| Laba tahun berjalan | 572.521.209 | 216.076.353 |
| Total aktiva | 3.456.040.867 | 484.636.171 |
| KAS BESAR | 3.108.246.233 (90%) | 185.588.000 (38%) |
| Posisi kas & bank bersih | −9.630.647 | +155.564.615 |
| Hutang lancar | 22.563.595 | 57.468.139 |
Citra bukan cabang berkinerja buruk — Citra adalah investasi yang sedang balik modal. Rp 1,25 miliar ditanam, Rp 1,04 miliar terserap biaya pembukaan. Sejak akhir 2025 sudah untung tiap bulan; dengan laju sekarang (±Rp 370 jt/tahun) sisa defisitnya tertutup dalam ±2,8 tahun. Tiket lebih rendah dan gaji 40% adalah profil cabang muda, bukan kegagalan.
⚠️ Yang ganjil: cabang matang yang menghasilkan Rp 578 juta laba punya rekening operasional minus Rp 9,6 juta (BCA overdraft Rp 52,8 jt), sementara cabang yang masih rugi kumulatif punya Rp 155 juta di bank. Selisihnya ada di pos KAS BESAR — Rp 3,1 miliar, 90% dari seluruh aset Gading Serpong, dicatat sebagai aktiva tetap dan tumbuh Rp 735 juta dalam 7 bulan.
Gaji dan komisi Rp 718,8 juta — 24× belanja iklan. Setiap pembahasan efisiensi yang tidak menyentuh pos ini sedang menggarap 1% dari biaya.
⚠️ Pembukuan mencatat iklan Rp 30 juta; Google Ads menagih Rp 21,96 juta. Selisih ±Rp 8 juta perlu ditanyakan ke akunting — mungkin ada belanja promosi lain yang belum terlacak.
103.251 tayangan dalam 28 hari, dan watch time dari subscriber hanya 0,3%. YouTube untuk eicH bukan kanal sosial — ini mesin pencari kedua. Menambah subscriber bukan tujuannya; menjawab pertanyaan yang diketik orang adalah tujuannya.
Tangerang — kota cabang Gading Serpong — hanya 0,7% tayangan. Kota terbesar adalah Surabaya, 700 km jauhnya. Jakarta + Tangerang digabung hanya ±4,3% dari seluruh jangkauan.
Kanal ini punya jangkauan nyata, tapi hampir tak ada yang bisa berjalan masuk ke kursi salon. Yang dibangun selama ini bukan saluran pelanggan — melainkan audiens hiburan nasional. Itu juga menjelaskan 44,4% penonton laki-laki, dan kenapa 103 ribu tayangan hanya menghasilkan 106 subscriber.
| # | Dari mana pelanggan datang | Jumlah | Dari mana penonton datang | % |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Gading Serpong | ±3.694 | Surabaya | 4,2% |
| 2 | BSD | 1.320 | Jakarta | 3,6% |
| 3 | Tangerang | 1.224 | Jember | 1,9% |
| 4 | Alam Sutera | 760 | Medan | 1,7% |
| 5 | Karawaci | 737 | Bandung | 1,5% |
| 6 | Serpong | 291 | Tangerang | 0,7% |
Area pelanggan dari 9.824 pendaftaran Gading Serpong (2020–2026) dan 1.693 pendaftaran Citra Garden 6 (Agt 2025–Jul 2026), setiap orang dihitung sekali. Tidak ada satu pun kota teratas YouTube yang muncul di daftar area pelanggan kedua cabang.
Aturan “satu perubahan per bulan” tetap berlaku — nomor 1 dan 2 dikerjakan lebih dulu, sisanya menyusul.
Rp 487,8 juta setahun hilang dari satu lini, turun tiga tahun berturut-turut. Itu angka terbesar di seluruh panel ini — lebih besar dari diskon, jauh lebih besar dari iklan. Dan tidak seperti membangun lini baru, ini pernah berjalan: pelanggan yang sama pernah membeli Rp 705 juta setahun.
Yang perlu dijawab dulu, bukan diperbaiki dulu: merek apa yang berhenti dijual, siapa yang dulu menjualnya, dan apa yang berubah di cara memajang. Tiga pertanyaan ke tim, bukan proyek.
85.903 tampilan profil dan 8.241 permintaan rute dalam enam bulan — kanal digital terbesar eicH, dan tidak ada namanya di KPI siapa pun. Yang bisa dikerjakan tanpa biaya: pasang daftar harga lengkap di profil (sekarang hanya 10 layanan), unggah foto tiap minggu, balas semua ulasan, dan sambungkan tombol booking. Booking dari Google masih nol karena tombolnya tidak terhubung ke apa pun.
Seratus poin KPI, semuanya keluaran: post 4×/minggu, story harian, target follower, like 10–20. Tidak satu pun mengukur pelanggan, dan Google Business Profile tidak muncul sama sekali. Ganti separuh bobotnya dengan angka yang bisa dilacak: permintaan rute, klik chat, klik telepon, dan ulasan baru per bulan — semuanya sudah tersedia gratis di panel Google.
Konfirmasi ke tim apakah pemotongan Juni disengaja. Kalau ya, tetapkan tertulis dan catat di TRACKING.md sebagai perubahan bulan ini. Kalau kebetulan, tetapkan sekarang sebelum kembali ke 14,7%. Nilai yang dipertaruhkan: Rp 38,5 juta per bulan.
Akun 6001.01.0011 Biaya Iklan dan Promosi mencatat Rp 59,5 juta Jan–Jul; Google Ads menagih Rp 21,96 juta. Sebelum membahas alokasi iklan sama sekali, harus jelas dulu 2/3 anggarannya dibelanjakan ke mana — terutama Citra, yang membelanjakan Rp 29,5 juta tanpa satu pun kampanye Google Ads.
Perjanjian yang berjalan — Golf Island PIK, 1 Des 2026 sampai 1 Des 2029 — masih memuat kalimat yang membolehkan franchisee memakai merek sendiri. Itulah yang menghasilkan SevenSix dan Akemi: mereka membeli seluruh sistem eicH lalu memasang nama lain di depan pintu. eicH menerima 5% omzet dan nol tambahan merek. Ini satu kalimat di satu dokumen, dan waktunya masih ada. Data Citra memberi tolok ukur biayanya: satu cabang baru menyerap ±Rp 1 miliar sebelum balik modal, ±3 tahun untuk pulih.
Potong rambut menghasilkan Rp 500–700 ribu per jam, creambath Rp 74 ribu, footspa Rp 65 ribu — sampai sepuluh kali lipat, untuk jam dan ruangan yang sama. Tapi 16 dari 32 karyawan adalah terapis dan hanya 4 stylist. Tidak perlu memberhentikan siapa pun: yang perlu diubah adalah berapa banyak jam kursi yang dialokasikan ke tiap jenis layanan, terutama di jam sibuk akhir pekan.
90,2% tayangan datang dari pencarian — mesinnya bekerja. Yang salah adalah apa yang dicari: judul bergaya hiburan menarik penonton Surabaya dan Jember; judul bergaya kebutuhan lokal (“salon coloring Gading Serpong”, “harga smoothing Tangerang”) akan menarik jauh lebih sedikit tayangan — tapi dari orang yang bisa datang. Ukur keberhasilannya lewat naiknya porsi Tangerang & Jakarta, bukan lewat total tayangan.
Nama Instagram, kategori Facebook, alamat Bing, bio TikTok, angka ulasan dan judul situs. Semuanya masih belum dikerjakan per 19 Agustus. Total ±30 menit, tidak menunggu keputusan apa pun.
TikTok 26,1 rb pengikut dan YouTube 11,2 rb — dua kanal terbesar eicH — keduanya hanya menyebut Gading Serpong. Video terbesar (678 rb tayangan) justru tentang salon yang steril dan teliti, sudut kelas atas yang belum digarap.