Angka marjin dan laba dari lp profitloss.xls (laporan laba rugi resmi Gading Serpong). Omzet GS versi pembukuan Rp 2,09 M — lebih tinggi dari ekspor kasir karena memuat lini Top Up Rp 147,7 juta yang tidak ada di laporan transaksi.
Diurutkan dari nilai rupiah yang dipertaruhkan, bukan dari urgensi yang terasa.
Laporan laba rugi hanya mencatat diskon Rp 10,3 juta. Sisanya sudah dipotong sebelum pendapatan diakui, jadi tak pernah tampil sebagai biaya di mana pun.
Bandingkan dengan laba bersih Gading Serpong Jan–Jul: Rp 578,4 juta. Karena marjin kotor 87%, hampir setiap rupiah yang tidak didiskon jatuh langsung ke laba.
Mei diskon 14,7% → Juni–Juli 4,2%. Tiket rata-rata naik dari Rp 300.286 ke Rp 348.206 (+16%), omzet naik, penjualan produk naik 4×. Pelanggan tidak kabur.
Ini bukan teori — percobaannya sudah berjalan dua bulan di lantai sendiri.
Maret omzet turun ke Rp 225,6 juta dan cabang merugi Rp 30 juta — gaji Rp ±100 juta, sewa, dan listrik tetap jalan.
Bandingkan Februari: omzet Rp 447 juta → laba Rp 207 juta (46%). Setiap rupiah di atas titik impas hampir seluruhnya jadi laba — dan itulah bagian yang dipotong diskon.
Pembukuan mencatat Rp 59,5 juta iklan & promosi Jan–Jul (GS Rp 30 jt + Citra Rp 29,5 jt). Google Ads menagih Rp 21,96 juta.
Sudah ditelusuri sampai tuntas: Meta Ads hanya Rp 1.665.000, sekali, September 2025 (akun “eicH salon Citra 6”) dan sejak itu mati. TikTok Ads nol. Jadi selisih Rp 37,5 juta bukan iklan digital — pasti promosi non-digital atau alokasi internal.
Tiket Citra: Maret Rp 335rb → Juli Rp 274rb. Diskon dipotong sama seperti GS, tapi tiket tidak ikut naik.
Citra juga tidak punya kampanye iklan sama sekali — keduanya menyasar Gading Serpong.
Semua angka di bawah adalah rata-rata per bulan, Januari–Juli 2026.
Dengan marjin kotor 87% (bukan 60% seperti yang diasumsikan sebelumnya), iklan hanya perlu mendatangkan 11 pelanggan sebulan untuk impas. Kenyataannya 1.239 pelanggan dilayani tiap bulan. Perdebatan alokasi iklan menyita perhatian yang lebih dibutuhkan di diskon dan gaji.
Februari adalah puncak — Rp 610 juta, dua kali lipat Maret. Sebabnya belum dijelaskan; kalau berulang tahunan, kalendernya harus disiapkan dari sekarang untuk Februari 2027.
Dari laporan laba rugi resmi kedua cabang. Omzet bergerak dalam rentang 2×; laba bergerak dari minus sampai 46%.
| Bulan 2026 | Omzet GS | Laba GS | % | Omzet Citra | Laba Citra | % |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Januari | 297.125.300 | 98.417.165 | 33% | 323.086.162 Jan+Feb | 99.137.160 | 31% |
| Februari | 446.935.833 | 207.030.149 | 46% | |||
| Maret | 225.609.550 | −30.009.006 | −13% | 108.855.275 | 7.960.701 | 7% |
| April | 236.702.800 | 52.230.297 | 22% | 104.571.475 | 12.451.998 | 12% |
| Mei | 307.798.400 | 95.079.865 | 31% | 143.340.650 | 52.775.519 | 37% |
| Juni | 279.784.900 | 57.150.225 | 20% | 109.307.420 | 17.499.036 | 16% |
| Juli | 296.609.700 | 98.489.634 | 33% | 110.533.100 | 26.251.939 | 24% |
| TOTAL | 2.090.566.483 | 578.388.329 | 28% | 899.694.082 | 216.076.353 | 24% |
Angka Maret Gading Serpong diturunkan dari kolom kumulatif dua berkas berbeda (laporan Mei dan Juni) — keduanya menghasilkan angka identik. Biaya gaji: GS 34% omzet, Citra 40%.
| Cabang | Omzet / bulan | Pelanggan / bulan | Tiket rata-rata | Diskon | Porsi coloring |
|---|---|---|---|---|---|
| Gading Serpong | Rp 277.548.783 | 826 | Rp 336.074 | 8,2% | 28,0% |
| Citra Garden 6 | Rp 122.129.869 | 413 | Rp 295.612 | 7,7% | — |
| Milik sendiri | Rp 399.678.652 | 1.239 | Rp 322.582 | 8,0% | 28,0% |
| SevenSix (waralaba) | Rp 50.947.838 | 285 | Rp 178.607 | — | ±11% |
SevenSix: Januari–April 2026 saja, dan rugi pada 3 dari 4 bulan (total −Rp 17,5 juta). Tiket 45% di bawah eicH, coloring hanya 4–8 transaksi per bulan. Ini bukan cabang yang sama dengan merek berbeda — ini bisnis yang berbeda.
Harga rata-rata coloring Rp 1.114.874 — 3,5× tiket rata-rata keseluruhan, dari hanya 772 transaksi setahun. Bandingkan: 10.279 transaksi blow menghasilkan Rp 182 juta. Menaikkan porsi coloring bernilai jauh lebih besar daripada menambah volume.
| Gading Serpong | 2025 setahun | 2026 Jan–Jul | 2026 disetahunkan |
|---|---|---|---|
| Total penjualan | 3.582.433.744 | 2.090.566.483 | 3.583.828.257 |
| Laba bersih | 949.072.479 | 578.388.329 | 991.522.850 |
| Marjin bersih | 26% | 28% | 28% |
| Biaya gaji | 34% | 34% | 34% |
| Iklan & promosi | 21.000.000 | 30.000.000 | 51.428.571 |
Selisih omzet 2025 vs 2026 disetahunkan: 0,04% — praktis identik. Gading Serpong tidak tumbuh. Yang membaik adalah marjinnya (26% → 28%), bukan ukurannya. Sementara belanja iklan naik 2,4× disetahunkan tanpa pertumbuhan omzet.
✅ Validasi silang: penjualan jasa 2025 di pembukuan Rp 3.092.179.175 — sama persis sampai rupiah terakhir dengan total yang dihitung sendiri dari 28.705 baris transaksi. Seluruh rantai datanya konsisten.
| Per 31 Juli 2026 | Gading Serpong | Citra Garden 6 |
|---|---|---|
| Modal disetor | 900.000.000 | 1.249.280.000 |
| Laba ditahan | 1.960.956.063 | −1.038.188.321 |
| Laba tahun berjalan | 572.521.209 | 216.076.353 |
| Total aktiva | 3.456.040.867 | 484.636.171 |
| KAS BESAR | 3.108.246.233 (90%) | 185.588.000 (38%) |
| Posisi kas & bank bersih | −9.630.647 | +155.564.615 |
| Hutang lancar | 22.563.595 | 57.468.139 |
Citra bukan cabang berkinerja buruk — Citra adalah investasi yang sedang balik modal. Rp 1,25 miliar ditanam, Rp 1,04 miliar terserap biaya pembukaan. Sejak akhir 2025 sudah untung tiap bulan; dengan laju sekarang (±Rp 370 jt/tahun) sisa defisitnya tertutup dalam ±2,8 tahun. Tiket lebih rendah dan gaji 40% adalah profil cabang muda, bukan kegagalan.
⚠️ Yang ganjil: cabang matang yang menghasilkan Rp 578 juta laba punya rekening operasional minus Rp 9,6 juta (BCA overdraft Rp 52,8 jt), sementara cabang yang masih rugi kumulatif punya Rp 155 juta di bank. Selisihnya ada di pos KAS BESAR — Rp 3,1 miliar, 90% dari seluruh aset Gading Serpong, dicatat sebagai aktiva tetap dan tumbuh Rp 735 juta dalam 7 bulan.
Gaji dan komisi Rp 718,8 juta — 24× belanja iklan. Setiap pembahasan efisiensi yang tidak menyentuh pos ini sedang menggarap 1% dari biaya.
⚠️ Pembukuan mencatat iklan Rp 30 juta; Google Ads menagih Rp 21,96 juta. Selisih ±Rp 8 juta perlu ditanyakan ke akunting — mungkin ada belanja promosi lain yang belum terlacak.
103.251 tayangan dalam 28 hari, dan watch time dari subscriber hanya 0,3%. YouTube untuk eicH bukan kanal sosial — ini mesin pencari kedua. Menambah subscriber bukan tujuannya; menjawab pertanyaan yang diketik orang adalah tujuannya.
Tangerang — kota cabang Gading Serpong — hanya 0,7% tayangan. Kota terbesar adalah Surabaya, 700 km jauhnya. Jakarta + Tangerang digabung hanya ±4,3% dari seluruh jangkauan.
Kanal ini punya jangkauan nyata, tapi hampir tak ada yang bisa berjalan masuk ke kursi salon. Yang dibangun selama ini bukan saluran pelanggan — melainkan audiens hiburan nasional. Itu juga menjelaskan 44,4% penonton laki-laki, dan kenapa 103 ribu tayangan hanya menghasilkan 106 subscriber.
Aturan “satu perubahan per bulan” tetap berlaku — nomor 1 dan 2 dikerjakan lebih dulu, sisanya menyusul.
Konfirmasi ke tim apakah pemotongan Juni disengaja. Kalau ya, tetapkan tertulis dan catat di TRACKING.md sebagai perubahan bulan ini. Kalau kebetulan, tetapkan sekarang sebelum kembali ke 14,7%. Nilai yang dipertaruhkan: Rp 38,5 juta per bulan.
Akun 6001.01.0011 Biaya Iklan dan Promosi mencatat Rp 59,5 juta Jan–Jul; Google Ads menagih Rp 21,96 juta. Sebelum membahas alokasi iklan sama sekali, harus jelas dulu 2/3 anggarannya dibelanjakan ke mana — terutama Citra, yang membelanjakan Rp 29,5 juta tanpa satu pun kampanye Google Ads.
Dokumen diubah 18 Agustus dan ada folder NexT Franchise. SevenSix bertiket Rp 178rb dan rugi 3 dari 4 bulan — menyatukan merek tanpa menyatukan standar coloring hanya memindahkan nama eicH ke gerai yang berbeda kelas. Data Citra memberi tolok ukurnya: satu cabang baru menyerap ±Rp 1 miliar sebelum balik modal, dan butuh ±3 tahun untuk pulih.
90,2% tayangan datang dari pencarian — mesinnya bekerja. Yang salah adalah apa yang dicari: judul bergaya hiburan menarik penonton Surabaya dan Jember; judul bergaya kebutuhan lokal (“salon coloring Gading Serpong”, “harga smoothing Tangerang”) akan menarik jauh lebih sedikit tayangan — tapi dari orang yang bisa datang. Ukur keberhasilannya lewat naiknya porsi Tangerang & Jakarta, bukan lewat total tayangan.
Nama Instagram, kategori Facebook, alamat Bing, bio TikTok, angka ulasan dan judul situs. Semuanya masih belum dikerjakan per 19 Agustus. Total ±30 menit, tidak menunggu keputusan apa pun.
TikTok 26,1 rb pengikut dan YouTube 11,2 rb — dua kanal terbesar eicH — keduanya hanya menyebut Gading Serpong. Video terbesar (678 rb tayangan) justru tentang salon yang steril dan teliti, sudut kelas atas yang belum digarap.